Dakwah Rasulullah saw. pada Periode Mekah

A.           Kondisi Masyarakat Mekah sebelum Kenabian
Menurut Ahli sejarah kondisi bangsa Arab di zaman Jahiliyah waktu itu dalam segi keagamaan, mereka menyembah berhala, serta menyembelih hewan-hewan kurban di hadapan patung-patung itu untuk memuliakannya. Mereka pada umumnya tenggelam dalam kemusyrikan dan dalam kehidupan yang berpecah belah serta saling berperang. Setiap sengketa yang timbul dikalangan mereka, mereka serahkan penyelesaiannya kepada para pemimpin mereka.

B.           Strategi Dakwah Rasulullah sa. Pada Periode Mekah
Perlu diingat, bahwa Rasulullah saw. hidup pada dua periode. Pertama periode Mekah dan kedua periode Madinah. 
Adapun strategi dakwah Rasul saw. jika dilihat secara keseluruhan adalah tahap pembinaan dan pengkaderan (Tatsqiif wa takwin), tahap penyebaran dakwah dan perjuangan (tafa’ul wal kiffah) dam tahap penerapan Hukum Islam (Istihakmil hukmi)
Adapun dalam mensyiarkan agama Islam pada periode Mekah ini, beliau melakukan dua strategi dakwah:
1.       Dakwah secara sembunyi-sembunyi
Rasulullah saw. mulai berdakwah secara sembunyi-sembunyi sejak beliau diangkat menjadi Rasul. Orang yang pertama kali diajak beliau adalah dari sanak keluarga, kemudian teman-teman dekat beliau. Yang mula-mula beriman kepada Allah SWT adalah : Istri beliau yaitu Siti Khadijah, Putra paman beliau yaitu Ali bin Abi Tholib, Budak dan sekaligus putra angkat beliau yaitu Zaid Bin Haritsah Kemudian dari sahabat beliau adalah Abu Bakar As-Shidiq yang kemudian disusul oleh sahabat-sahabat yang lain yaitu : Utsman bin ‘Affan, Zubair bin ‘Awwam, Sa’ad bin Abi Waqosh, Abdurrohman bin ‘Auf, Thalhah bin ‘Ubaidillah, Abi ‘Ubaidillah bin Jarrah, Fatimah binti Khaththab, Sa’id bin Zahid Al ‘Adawi.
Karena mereka dalam mengimani tentang Allah SWT adalah yang pertama kali, maka mereka disebut dengan Assabiqunal Awwaluun. Mereka mendapat pelajaran tentang Agama Islam adalah dari Rasulullah SAW sendiri yang dilakukan di rumah sahabat Arqam bin Abil Arqam.
2.       Dakwah secara terang-terangan
Allah swt. berfirman
فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَاَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ
“Maka sampaikan lah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” (Q.S. al-Hijr: 94)
Melalui ayat ini, Allah swt. memerintahkan kepada Nabi untuk mensyiarkan Islam secara terang-terangan. Maka mulailah beliau mengajak secara terang-terangan kepada penduduk Makkah agar menyembah Allah SWT.
Ketika pertama kali ada perintah untuk berdakwah secara terang-terangan, Rasulullah saw. serta merta mengumpulkan orang-orang Mekah di atas bukit. Disitulah, Rasulullah saw. mengajak masyarakat kepada keesaan Allah.
Dengan cara dakwah ini mulailah Nabi dan agama Islam yang beliau sampaikan menjadi perhatian dan bahan pembicaraan masyarakat kota Makkah. Pada awalnya mereka menganggap dakwah beliau ini dianggap sebuah gerakan yang tidak mempunyai dasar dan tujuan yang benar sehingga mereka bersikap acuh kepada beliau dan ajarannya. Namun seiring dengan perjalanan waktu dakwah beliau tidak semakin surut, bahkan pengikut beliau semakin bertambah banyak.

C.           Substansi Dakwah Rasulullah saw pada Periode Mekah
1.        Mengajak kepada keesaan Allah semata. Dakwah yang dilakukan beliau pada intinya adalah menegakkan kalimah tauhid yaitu laa ilaaha illa Allah ( tiada Tuhan selain Allah ) dengan segala konsekuensinya. Penegakan kalimah tauhid tersebut bukanlah perkara yang sangat mudah, sebab hal itu harus diikuti dengan sikap dan perbuatan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
2.        Mengajak kepada perbuatan baik. Pada proses dakwah yang dilakukan oleh Nabi SAW juga mengandung makna mengeluarkan dari zaman kebodohan ke alam yang terang benderang yaitu, meninggalkan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Nabi Saw.
3.        Mengajak persamaan derajat. Allah swt. berfirman

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Q.S. al-Hujurat: 13)

D.           Reaksi Masyarakat Mekah terhadap Dakwah Rasulullah saw.
Ada dua tipe orang sebagai reaksi masyarakat Mekah terhadap dakwah Rasulullah saw.. Dua tipe orang itu adalah orang yang menerima dan orang yang menentang dakwah beliau. Adapun golongan orang munafik pada periode Mekah sangatlah minim sekali, kalau tidak dikatakan tidak ada.
1.       Alasan orang-orang yang menerima ajaran Nabi SAW (orang Islam)
a.    Mereka meyakini bahwa apa yang disampaikan Nabi SAW adalah berdasarkan Wahyu
b.    Keteladanan Nabi Muhammad SAW yang dilakukan dalam kesehariannya.
c.    Ajaran yang dibawa beliau bersifat rasional
d.    Dalam melakukan syiarnya beliau tidak melakukan kekerasan
2.       Alas an orang yang menolak atau menentang ajaran Nabi SAW (orang Kafir)
a.    Mereka khawatir tuhan mereka akan tidak disembah oleh masyarakat Makkah
b.    Ajaran yang disampaikan Rasulullah bertentangan dengan ajaran yang mereka lakukan selama itu.
c.    Mereka takut akan kehilangan kekuasaan

Ada banyak cara yang dilakukan oleh kafir Quraisy (golongan yang menentang dakwah Rasulullah), diantaranya adalah:
1.            Menyuruh pamannya Abu Tholib untuk menghentikan dakwahnya.
2.            Budak-budak yang masuk Islam dibunuh dan disiksa.
3.            Pengikut Nabi diancam dan diteror.
4.            Menawarkan harta benda, jabatan dan wanita kepada Nabi Muhammad.
5.            Memboikot Nabi Muhammad, Bani Hasyim dan Bani Muthollib.
Akan tetapi semua yang dilakukan kaum Quraisy itu sia-sia, karena Nabi Muhammad tetap pada pendiriannya yaitu menyebarkan ajaran Allah swt..

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel