Mengenal Kekhalifahan Usman bin Affan

Nasab Usman bin Affan
Usman bin Affan lahir pada tahun 573 M (tiga tahun setelah kelahiran Nabi Muhammad saw.) atau satu tahun dengan kelahiran Abu Bakar. Sebelum Islam, Usman bin Affan dipanggil dengan Abu Amr. Ayahnya bernama Affan bin Abul Ash bin Umayyah bin Abdu Syam, dari suku Quraisy. Sedangkan ibunya bernama Arwa.
Usman bin Affan masuk Islam karena ajakan Abu Bakar, sahabat dekatnya. Nenek moyang Usman bin Affan bersatu dengan nasab Nabi Muhammad pada generasi ke 5, yaitu Abdu Syams.

Kehidupan Usman bin Affan sebelum Menjadi Khalifah
Ia mendapat gelar Dzun Nurain, karena ia telah menikahi dua putri Nabi Muhammad yaitu Ruqayyah dan Ummi Kulsum. Sifat-sifat Usman bin Affan sejak kecil; sebagai anak yang cerdas, jujur, baik hati, pemalu, pemurah (dermawan), sederhana dan ahli diplomasi.
Tidak ada dari suku Quraisy yang lebih dermawan (pemurah) dari pada Usman bin Affan. Bukti kedermawanan Usman bin Affan:
1.        Menyumbangkan 20.000 dirham ketika Nabi menggali mata air untuk kepentingan umat Islam.
2.        Membeli sebidang tanah yang akan dibangun masjid oleh Nabi yaitu masjid Nabawi.
3.        Menyumbangkan 10.000 dinar dan 1.000 ekor unta dan kuda pada perang tabuk pada tahun 631 M.
Pekerjaan Usman bin Affan adalah berdagang (saudagar). Setelah masuk Islam Usman bin Affan mendermakan hartanya untuk kepentingan fi sabilillah. Ia termasuk orang yang ikut berhijrah ke Habasyah (Etiopia) bersama sahabat lainnya. Usman bin Affan adalah salah satu menantu Nabi Muhammad, karena putrinya yaitu; Ruqayyah dan Umi Kulsum menjdi istrnya.
Usman bin Affan merupakan salah satu delegasi Nabi Muhammad untuk menyelesaikan kesalahpahaman kaum Quraisy Mekkah terhadap kepergian umat Islam ke Mekkah untuk berhaji pada tahun 6 H/627 M. Dikira umat Islam makan menyerang kafir Quraisy Mekah. Peperangan dapat dihindarkan dan terjadilah perjanjian Hudaibiyah.
Pada masa Abu Bakar dan Umar, Usman bin Affan merupakan salah satu penasehat keduanya.

Sepak Terjang Usman bin Affan saat Menjadi Khalifah
Usman bin Affan diangkat sebagai khalifah pada (hari Sabtu, 1 Muharram) 23 H / 644 M setelah melalui musyawarah antara 6 orang perwakilan yang telah ditunjuk oleh Umar bin Khttab, yang diketuai oleh Abdurrahman bin Auf. Mereka adalah Usman binAffan, Ali bin Abi Thalib, Talhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Abdurrohman bin Auf, dan Sa’ad bin Abi Waqqas.
Usman bin Affan diangkat menjadi khalifah pada usia 70 tahun dan memerintah selama 12 tahun yang dibagi menjadi dua periode, yaitu periode enam tahun pertama dan enam tahun periode kedua.
Pada periode enam tahun pertama, pemerintahan Usman bin Affan mencapai keberhasilan dan kejayaan, sedangkan periode enam tahun kedua mengalami perpecahan, pergolakan dan pemberontakan dalam negeri.

Jasa-Jasa Usman bin Affan saat Menjadi Khalifah
1.        Memenuhi pesan Umar bin Khattab untuk tidak mengganti Gubernur yang ada dalam satu tahun, untuk menghindari keguncangan dan gangguan keamanan. Usman bin Affan mengukuhkan Amr bin Ash sebagai Gubernur Mesir, Muawiyah bin Abi Sufyan sebagai gubernur Syiria (yang meliputi Irak, Azerbaijan dan Armenia) dan Abu Musa Al Asy’ari sebagai Gubernur Basra (yang meliputi Iran dan Khurasan).
2.        Memperluas wilayah Islam
a.        Tahun 651 M, Mesir diserbu Bizantium tetapi dapat dipatahkan Amr bin As.
b.        Tahun 652 M, Abdullah bin Abi Sarah (pengganti gubernur Amr bin As), merebut kota Tarablis (Tripoli) yang dipimpin oleh Gregorius.
c.        Tahun 653 M (33 H) Muawiyah bin Abi Sufyan menyerang Bizantium dengan membentuk anggkatan laut. Perang laut pertama kaum muslim ini dikenal dengan perang Zatu Sawri. Dengan bantuan Abdullah bin Sarah ia dapat menguasai Amuriyah dan pulau Siprus. Dalam perang ini kaisar Konstantin terbunuh.
d.        Umair bin Usman menguasai Fergana tahun 649 M (29 H), Abdullah al Laisi menguasai Kabul, Abdullah at Tamimi menguasai Hindustan, Sa’id bin As menguasai Jurjan dan Abdullah bin Amir menguasai Kirman dan Khurasan. Yazdajird (kaisar Persia) terbunuh.
d.
3.        Mengumpulkan dan membukukan al Qur’an dalam sebuah mushaf ( tahun 29 H). Langkah yang dilakukan dalam pembukuan al Qur’an ini adalah :
a.        Meminta kumpulan Al Qur’an pada mas Abu Bakar yang telah disimpan oleh Hafsah binti Umar.
b.        Membentuk panitia yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit, dengan anggota Abdullah bin Zubair dan Abdullah bin Haris. Zaid bin Tsabit adalah sekretaris Nabi yang bertugas menulis wahyu yang diturunkan kepadanya.
c.        Menyalin kembali mushaf pada masa Abu Bakar dengan berpedoman pada dialek Quraisy. Mushaf ini disebut dengan al Mushaf atau Mushaf al Imam. Mushaf ini juga dikenal dengan Mushaf Usmani.
d.        Al Mushaf diperbanyak sejumlah empat buah (sehingga menjadi lima). Yang satu tetap di Madinah (mushaf al Imam), yang empat masing-masing dikirim ke Mekah, Suriah, Basra dan Kufah. Selain mushaf yang lima dinyatakan tidak berlaku.
4.        Membangun masjid Nabawi di Madinah.
5.        Membangun gedung pengadilan.

Fitnah-Fitnah pada Masa Usman bin Affan
Pada masa Usman bin Affan terjadi sebuah peristiwa yang dikenal dengan peristiwa fitnah, yaitu sebuah peristiwa atau kejadian di luar kendali Usman bin Affan sehingga menjadikan pemerintahannya pada periode enam tahun ke dua menjadi kacau dan banyak pemberontakan. Diantara sebab-sebab terjadinya fitnah adalah sebagai berikut:
1.        Usman bin Affan mengangkat pejabat tinggi negara dari kalangan kerabatnya, Bani Umayah sehingga menjadikan iri kaum muslimin, padahal Bani Umayah adalah orang yang terakhir menerima Islam.
2.        Walid bin Uqbah (Gubernur Irak-Kufah) menjatuhkan hukuman mati terhadap tiga pemuda yang membunuh Ibnu Haisuman al Khuza’i pada tahun 30 H. Akibat hukuman ini mengundang kemarahan Bani Azad (keluarga pemuda yang dihukum).
3.        Hilangnya pengaruh kaum Ansar dan Bani Hasyim dalam pemerintahan Usman bin Affan.
4.        Pengangkatan Marwan bin Hakam tidak disukai masyarakat, karena ambisinya Bani Umayah dapat menguasai pemerintahan Islam.
5.        Kesederhanaan, kemurahan hati dan terlalu mempercayai Marwan bin Hakam, sehingga Usman bin Affan kehilangan kendali dan tidak bisa bertindak tegas.
6.        Pembuangan Abu Darda’ al Gifari (orang saleh dan membela kepentingan rakyat kecil, dengan mewajibkan kepada orang kaya menyisihkan hartanya untuk rakyat kecil/miskin). Tetapi oleh Muawiyah (Gubernur Suriah) itu dianggapnya menghasut dan melaporkannya kapada Usman bin Affan, sehingga Abu Darda’ dibuang dan dikucilkan di Rabadah. Akibatnya kaum muslimin marah.
7.        Orang munafik yang dipimpin oleh Abdullah bin Saba’ (orang Yahudi dari Yaman) menyebarkan hasudan/fitnah kepada kaum muslimin agar memberontak kepada khalifah. Akibatnya di Kufah dan Basrah rakyat menentang Gubernur (Abu Musa bin Abdullah) yang diangkat Usman bin Afan. Pemberontakan juga terjadi di Mesir dan Madinah
8.        Abdullah bin Saba’ juga mendakwahkan bahwa yang berhak menjadi khalifah adalah Ali bin Abi Thalib. Ia juga menyatakan bahwa Ali bin Abi Thalib akan datang sebagai Al-Mahdi (juru selamat).

Wafatnya Usman bin Affan
Usman bin Affan meninggal pada 17 Juni 656 M / 35 H karena dibunuh oleh pemberontak, dalam usia 82 tahun dan menjabat sebagai khalifah selama 12 tahun.
Tahun 656 M terjadi pemberontakan di Mesir yang menuntut Gubernur Mesir (Abdullah bin Abi Sarah) diganti. Mereka juga menuntut agar Usman bin Affan menyerahkan Marwan bin Hakam tetapi ditolaknya. Akibat terbunuhnya Usman bin Affan ini, maka timbul hal-hal sebagai berikut:
1.        Bangkitnya kembali semangat kesukuan Arab.
2.        Kesatuan umat Islam pecah (Bani Umayah dan Bani Hasyim, kaum Ansor Madinah dan Bani Umayah di Mekah).
3.        Pusat pemerintahan berpindah dari Madinah ke Damaskus, yang mengakibatkan kaum Ansor kehilangan kedudukan dalam pemerintahan Islam.
4.        Gerakan perluasan wilyah Islam mengalami kemunduran.
5.        Terjadinya perang saudara sesama muslim secara turun menurun.

Wallahu a’lam
Tulisan ini adalah editing dari tulisan Muhammad Aunun El Ma’ruf di sini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel