Inilah Imam Mahdi Milik Syi'ah

inilah imam mahdi versi syi'ah
Telah diterangkan dalam berbagai riwayat kaum Syiah tentang apa yang akan dilakukan oleh Imam Mahdi mereka ketika menampakkan dirinya setelah sekian abad lamanya bersembunyi di lubang Sirdab. Beberapa keterangan dari riwayat tersebut menjelaskan sebagai berikut.

Kaum Syiah dari Seluruh Penjuru Negeri Berkumpul di Sekeliling Mahdi


Telah disebutkan oleh seorang tokoh Syiah, al-Majlisi, dari salah seorang maula Abul Hasan, “Aku bertanya kepada Abul Hasan tentang makna firman-Nya,
“Di mana pun kalian berada, niscaya Allah akan mendatangkan kalian semuanya.” (al-Baqarah: 148)”
Ia menjawab, “Demi Allah, hal itu terjadi jika al-Qaim (Imam Mahdi) kami telah muncul. Allah akan mengumpulkan Syiah kami kepadanya dari seluruh penjuru negeri.” (Biharul Anwar, 52/291)
Kaum Syiah yang berkumpul dengan Imam Mahdi-nya tidak hanya orang yang masih hidup, bahkan yang telah mati pun akan bangkit kembali untuk mendatanginya.
Ini sebagaimana yang mereka riwayatkan dari al-Mufadhdhal bin Umar, ia berkata, “Kami menyebut tentang al-Qaim (Mahdi), yang dinanti oleh sahabat kami yang telah mati.
Abu Abdillah berkata kepada kami, ‘Jika ia (Imam Mahdi -pen.) telah muncul, seorang mukmin didatangi kuburannya lalu dikatakan kepadanya, ‘Wahai Fulan, sungguh telah muncul sahabatmu. Jika engkau ingin, engkau boleh menyusulnya. Jika engkau ingin tetap tinggal dalam kemuliaan Rabbmu, tetaplah tinggal’.” (al-Iqazh minal Haj’ah, hlm. 271)

Mahdi Versi Syiah Menyiksa Sahabat Rasul radhiallahu ‘anhum


Kaum Syiah menyangka bahwa saat Imam Mahdi mereka muncul, yang pertama kali ia lakukan adalah mengeluarkan dua khalifah Rasul, Abu Bakr dan Umar radhiallahu ‘anhuma dari kuburnya lalu menyiksa keduanya.
Telah diriwayatkan oleh al-Majlisi, dari Basyir an-Nabbal, dari Abu Abdillah, ia berkata, “Tahukah engkau, perbuatan pertama yang akan dilakukan oleh al-Qaim ‘alaihissalam?”
Aku menjawab, “Tidak.”
Ia berkata, “Dia akan mengeluarkan keduanya (Abu Bakr dan Umar, pent.) dalam keadaan tubuh keduanya segar bugar. Kemudian ia membakar keduanya, menebarkan abu keduanya ke udara, dan menghancurkan masjid.” (Biharul Anwar, 52/386)
Dalam riwayat lain yang diriwayatkan oleh al-Mufadhdhal, dari Ja’far ash-Shadiq, disebutkan di dalamnya bahwa Mufadhdhal berkata, “Wahai tuanku, lalu kemana perginya al-Mahdi?”
Ja’far ash-Shadiq menjawab, “Menuju kota kakekku, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam … Lalu dia berkata, ‘Wahai sekalian manusia, ini adalah kuburan kakekku, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.’
Mereka menjawab, ‘Ya, wahai Mahdi keluarga Muhammad.’
Lalu dia (Mahdi) bertanya, ‘Siapa yang bersamanya dalam kubur?’
Mereka menjawab, ‘Dua sahabatnya dan dua pendamping tidurnya, Abu Bakr dan Umar.’
Mahdi berkata, ‘Keluarkan keduanya dari kuburnya.’
Keduanya dikeluarkan dalam keadaan segar bugar, tidak berubah penciptaannya, dan tidak pucat kulit keduanya… Lalu dia menyingkap kain kafan keduanya dan memerintahkan untuk mengangkat keduanya di atas pohon besar yang telah rusak dan kering. Keduanya disalib di atas pohon tersebut….” (ar-Raj’ah, karya al-Ahsai, hlm. 186—187)
Inilah yang dilakukan oleh Imam Mahdi versi Syiah terhadap dua sahabat yang merupakan manusia terbaik umat ini setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Adapun yang dia lakukan terhadap Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha, mereka telah meriwayatkan dari Abdurrahman al-Qashir dari Abu Ja’far ‘alaihissalam berkata, “Ketahuilah bahwa apabila al-Qaim kami telah keluar, akan dihidupkan kembali al-Humaira (Aisyah radhiallahu ‘anha-pen.) lantas dia mencambuknya agar mampu membalas dendam ibunya, Fathimah.”
Aku bertanya, “Mengapa dia mencambuknya?”
Ia menjawab, “Karena fitnah yang dia lakukan terhadap ibu Ibrahim (Mariyah al-Qibthiyah, pent.).”
Aku bertanya lagi, “Mengapa Allah mengakhirkan hukumannya hingga keluarnya al-Qaim?”
Ia menjawab, “Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla mengutus Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallamdengan kasih sayang. Dia ‘azza wa jalla mengutus al-Qaim untuk membalas dendam.” (al-Iqazh minalHaj’ah, al-Hur al-Amili, hlm. 244)

Mahdi Syiah Membunuh Bangsa Arab dan Suku Quraisy


Mahdi versi Syiah adalah seorang yang fanatik terhadap suku. Dia tidak berperang karena agama atau akidah, tetapi karena suku dan bangsa. Dia akan membunuh bangsa Arab dan kaum Quraisy. Telah diriwayatkan oleh al-Majlisi, dari Abu Abdillah bahwa dia berkata, “Apabila al-Qaim telah keluar, tidak ada hubungan antara dia dan bangsa Arab dan Quraisy selain pedang.” (Biharul Anwar, 52/355)
Diriwayatkan dari Abu Ja’far bahwa dia berkata, “Seandainya manusia mengetahui apa yang akan dilakukan oleh al-Qaim ketika dia keluar, tentu kebanyakan mereka tidak ingin melihatnya karena perbuatannya membunuh manusia. Ketahuilah, dia tidak memulai kecuali dari bangsa Quraisy. Dia tidak mengambil darinya selain pedang dan memberikan sesuatu kepadanya selain pedang. Banyak manusia mengatakan, ‘Orang ini bukan dari keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seandainya dia dari keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sudah tentu dia akan bersifat kasih sayang’.” (al-Ghaibah, an-Nu’mani, hlm. 154 dan Biharul Anwar, 52/354)
Bahkan, orang yang telah mati tidak selamat dari siksaan Imam Mahdi yang jahat ini. Diriwayatkan oleh al-Mufid dari Abu Abdillah bahwa dia berkata, “Apabila al-Qaim dari keluarga Muhammadshallallahu ‘alaihi wa sallam telah muncul, dia akan menghidupkan lima ratus orang dari kaum Quraisy lalu memenggal leher mereka. Kemudian dia menghidupkan lima ratus lainnya, hingga melakukan hal itu sebanyak enam kali.” (Biharul Anwar, 52/338)
Dalam sebuah riwayat dari Abu Ja’far, ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamberjalan di tengah-tengah umat dengan kelembutan dan mengambil hati manusia, sedangkan al-Qaimberjalan dengan pembunuhan. Demikianlah ia diperintahkan dalam al-Kitab yang ada padanya; bahwa dia berjalan dengan pembunuhan dan tidak diperintahkan kepadanya untuk bertobat. Celakalah bagi orang yang menentangnya. (Biharul Anwar, 52/353)

Imam Mahdi versi Syiah Rafidhah Menghancurkan Ka’bah, Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Lainnya


Ketika Imam Mahdi Syiah muncul, dia akan menghancurkan masjid kaum muslimin. Dimulai dari Ka’bah yang menjadi kiblat kaum muslimin dan Masjidil Haram.
Telah disebutkan riwayat dari Mufadhdhal bin Umar bahwa dia menanyakan beberapa masalah kepada Ja’far bin Muhammad ash-Shadiq. Di antaranya, “Wahai tuanku, apa yang akan dia lakukan terhadap Baitullah?”
Dia menjawab, “Dia akan merobohkannya sampai dia menyisakan empat tiang yang merupakan rumah pertama yang dibuat untuk manusia di Makkah pada masa Adam ‘alaihissalam dan yang ditinggikan oleh Ibrahim ‘alaihissalam dan Ismail ‘alaihissalam.” (ar-Raj’ah, al-Ahsai, hlm. 184)
Diriwayatkan dari Abu Bashir, dari Abu Abdillah, ia berkata, “Apabila al- Qaim muncul, dia akan mengembalikan Baitullah al-Haram menjadi fondasi, Masjid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammenjadi fondasi, dan Masjid Kufah menjadi fondasi.” (ar-Raj’ah, al-Ahsai, hlm. 162)
Diriwayatkan pula dari Abu Ja’far bahwa ia berkata, “Apabila al-Qaim telah muncul, dia akan berjalan menuju Kufah lalu menghancurkan empat masjid. Tidak tersisa satu masjid pun di muka bumi yang memiliki keutamaan kecuali ia menghancurkan dan meratakannya.” (al-Isyad, al-Mufid, hlm. 365)


Demikianlah mereka menyebut sifat Imam Mahdi mereka ketika muncul. Hal ini sangat bertolak belakang dengan Imam Mahdi versi Ahlus Sunnah yang diriwayatkan oleh hadits-hadits yang sahih. Imam Mahdi versi Ahlus Sunnah akan menegakkan keadilan, mengikuti sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, menyayangi manusia, dan mencintai para sahabat Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Di antara yang menunjukkan hal tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi, dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ ، حَتَّى يَمْلِكَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي، يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي، يَمْلأُ الأَرْضَ عَدْلاً وَقِسْطاً ،كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْراً

“Dunia tidak akan kiamat hingga bangsa Arab dikuasai oleh seseorang yang berasal dari keturunanku, namanya sesuai dengan namaku, dan nama ayahnya sesuai dengan nama ayahku. Dia akan mengisi dunia dengan keadilan sebagaimana sebelumnya telah diisi dengan kezaliman dan tindak aniaya.”(HR. Abu Dawud no. 473, at-Tirmidzi no. 505)
Dari sini kita melihat perbandingan yang sangat jauh antara Imam Mahdi Ahlus Sunnah dan Imam Mahdi versi Syiah Rafidhah. Perbuatan dan kelakuan Imam Mahdi versi Syiah lebih mirip dengan sifat Dajjal yang telah diperingatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya tentang bahayanya.

Oleh: Abu Mu’awiyah Asykari dalam asysyariah.com, edisi 13/8/15

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel