Inilah Perilaku Mengikuti Trend yang Bisa Membatalkan Salat

perilaku mengikuti trend yang bisa membatalkan salat
Mungkin pembaca akan bertanya-tanya, apa hubungannya antara trend dengan salat? Bagaimana bisa mengikuti trend bisa membatalkan salat? Itulah kira-kira yang terbetik pembaca semua saat melihat judul di atas.

Namun benar lo, perilaku-perilaku mengikuti trend berikut bisa menyebabkan batalnya salat seseorang. Berikut adalah perilaku-perilaku tersebut.

Memakai Kaos Kecil dan Celana ‘Melorot’


Salah satu tren zaman sekarang adalah kaos ketat yang biasa dipakai oleh kaum laki-laki dan kaum wanita. Demikian juga, memakai celana ‘jean*’ menjadi tren anak muda zaman sekarang. Biasanya, celana ini pun dibuat atau dirancang agak ‘melorot’ ke bawah.

Dengan tanpa bermaksud melarang tren tersebut secara total, namun yang menjadi krusial adalah saat tren ini terbawa juga saat menjalankan salat. Tak ayal lagi, saat seseorang menjalankan salat dengan memakai kaos ketat dan celana seperti digambarkan di depan, maka saat dirinya melakukan rukuk ataupun sujud, tersingkaplah pantatnya. Hayo, siapa yang pernah kejadian gini? he

Akibatnya, sesuatu yang seharusnya tertutupi menjadi terbuka saat salat. Sebagaimana diketahui bahwa menutupi aurat menjadi syarat sahnya salat. Oleh karenanya, ketika aurat itu terbuka, secara otomatis batallah salatnya.

Memakai Celana ‘Robek’ di Lutut


Jika poin pertama, seseorang memakai celana ‘melorot’, maka poin kedua adalah celana ‘robek’ di lutut. Tren ini pun marak dipraktekkan oleh anak-anak muda. Bahkan tak jarang, celana jenis ini pun kadang dipakai saat salat. Akibatnya, saat seseorang melakukan salat dan memakai celana jenis ini, tersingkaplah pahanya saat sedang duduk di antara dua sujud atau saat tasyahud.

Kontan, perilaku ini pun menyebabkan batal salatnya. Hal itu karena paha menjadi aurat bagi laki-laki. Maka, ketika anggota badan itu terbuka saat salat, tentu salatnya batal.

Memakai Mukena Transparan


Seiring perkembangan zaman, mukena yang dahulunya itu terbuat dari bahan tebal dan ‘sulit’ (baca: tak praktis) membawanya kemana-mana, maka kini mukena pun simpel (baca: praktis). Kesimpelan ini terlihat dengan semakin nyamannya seorang wanita membawanya, juga tidak memakan tempat yang banyak saat dibawa kemana-mana.

Namun ternyata dengan simpelnya itu, ada juga didapati mukena yang transparan. Akibatnya, saat seorang wanita memakainya, maka mukena itu tidak cukup untuk menutupi auratnya. Hal ini diperparah lagi, bahwa banyak wanita yang memang kesehariannya tidak menutupi aurat, misalnya rambutnya terbuka, memakai baju lengan pendek, hingga memakai rok pendek. Tentu, ketika seorang wanita seperti itu memakai mukena yang transparan, auratnya pun terlihat. Maka, batallah salatnya seperti kejadian pada poin pertama dan kedua di atas.

Demikian beberapa hal yang karena mengikuti trend justru menyebabkan batalnya salat. Hal itu karena trend yang diikuti tidak atau kurang mengindahkan aurat. Jika ada yang salah atau keliru, silahkan dikoreksi pada kolom komentar. Demikian pula, jika ada kejadian lain, masukan pembaca tentu sangat ditunggu-tungguh. Wallahu a’lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel