Inilah Proses Islamisasi di Indonesia

Proses masuknya Islam ke Indonesia pada umumnya berjalan dengan damai. Akan tetapi adakalanya penyebaran Islam harus diwarnai dengan cara-cara penaklukan. Hal itu terjadi jika situasi dan kondisi, khususnya di bidang politik di kerajaan-kerajaan sedang mengalami kekacauan akibat perebutan kekuasaan.

Di samping itu, agama Islam mudah diterima oleh masyarakat dan cepat berkembang karena:
  1. Syarat masuk Islam sangat mudah. Seorang dianggap telah masuk Islam bila telah mengucapkan kalimat syahadat.
  2. Pelaksanaan ibadah sederhana dan biayanya murah.
  3. Agama Islam tidak mengenal kasta sehingga banyak orang dan kelompok masyarakat menganut Islam, agar memperoleh persamaan derajat. 
  4. Aturan-aturan dalam agama Islam fleksibel dan tidak memaksa.
  5. Agama Islam yang masuk melalui jalur Gujarat India mendapat pengaruh Hindu dan Budha sehingga mudah untuk dipahami dan dimengerti
  6. Penyebaran agama di Indonesia diadakan secara damai tanpa adanya kekerasan dan disesuaikan dengan kondisi sosial budaya
  7. Runtuhnya kerajaan Majapahit pada akhir abad ke 15 M

Secara umum agama Islam masuk ke Indonesia melalui jalur-jalur perdagangan, perkawinan, tasawuf, pendidikan, politik, dan kesenian.

1.       Agama Islam Masuk Melalui Perdagangan

Pada taraf permulaan, saluran islamisasi adalah melalui perdagangan, kesibukan lalu lintas perdagangan pada abad ke-7 hingga ke-16 M. membuat pedagang-pedagang muslim (Arab, persia, dan India) turut ambil bagian dalam perdagangan dari negeri-negeri bagian barat, tenggara dan timur benua Asia.

Pada masa itu pedagang muslim yang datang ke Indonesia makin banyak sehingga akhirnya membentuk pemukiman yang disebut pekojan (kampung Arab). Dari tempat ini mereka berinteraksi dan berasimilasi dengan masyarakat asli sambil menyebarkan agama islam.

2.       Agama Islam Masuk Melalui Perkawinan

Jalur perkawinan ini lebih menguntungkan dan lebih cepat dalam penyebaran agama Islam karena apabila terjadi perkawinan antara anak bangsawan atau anak raja dan adipati, karena mereka adalah orang-orang yang mempunyai kekuasaan dan pengaruh dalam masyarakat dan kemudian turut mempercepat proses islamisasi.

Beberapa contoh pernikahan yang dilakukan ulama anatara lain:
  • Maulana Ishak menikah dengan putri Prabu Blambangan yang melahirkan anak Sunan giri.
  • Syarif Abdulah yang menikah dengan putri Prabu Siliwangi melahirka Sunan gunung jati.

3.       Agama Islam Masuk Melalui Tasawuf

Tasawuf adalah ajaran (cara dan sebagainya) untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah sehingga memperoleh hubungan langsung secara sadar dengan-Nya. Orang yang ahli di bidang ilmu tasawuf disebut sufi.

Berdasarkan hasil seminar Nasional masuknya Islam ke Nusantara yang diadakan tahun  1969 dan tahun 1978, mereka  menyimpulkan bahwa agama Islam masuk ke Nusantara pada abad VII M dan langsung dari tanah Arab. Daerah yang pertama kali disinggahi adalah pesisir Sumatera. Agama Islam disebarkan oleh para saudagar muslim yang juga bertidak sebagai muballigh, dan dilakukan dengan cara damai.

4.       Agama Islam Masuk Melalui Pendidikan

Islamisasi juga dilakukan melalui pendidikan, baik pesantren maupun pondok yang digunakan dan diselenggarakan oleh guru-guru agama, kiyai-kiyai dan ulama-ulama. Seperti Sunan Ampel yang mendirikan pondok pesantren Ampel Denta, pesantren Glagah Wangi Demak yang didirikan Raden patah, demikian pula dengan Sunan Giri dan Sunan Bonang.

5.       Agama Islam Masuk Melalui Kesenian

Penyebaran Agama Islam melalui kesenian dapat dilakukan dengan mengadakan pertunjukan seni gamelan dan Wayang . Cara seperti ini banyak ditemui  di Jogjakarta, Solo, Cirebon, dan lain-lain

Saluran islamisasi melalui kesenian yang paling terkenal adalah pertunjukan wayang.  Dengan sabar sedikit demi sedikit walisongo memasukkan nilai-nilai ajaran Islam ke dalam unsur-unsur lama yang sudah berkembang. Metode ini biasa disebut dengan metode sinkretis. Contohnya, Sunan Kalijaga memanfaatkan seni wayang untuk proses Islamisasi Dengan  mengadakan pertunjukan wayang dan karcis tanda masuknya cukup dengan mengucap kalimat Syahadah. Selain itu, pengaruh Islam juga berkembang melalui seni sastra, seni rupa atau seni kaligrafi dan seni-seni lainnya.

6.       Agama Islam Masuk Melalui Politik

Di beberapa daerah di Indonesia kebanyakan rakyat masuk Islam setelah penguasa atau rajanya masuk Islam terlebih dahulu. Pengaruh politik para raja dan penguasa sangat membantu tersebarnya Islam di Nusantara ini. Di samping itu kerajaan-kerajaan yang sudah memeluk agama Islam menaklukkan kerajaan-kerajaan non Islam. Kemenangan kerajaan Islam secara politis menarik penduduk kerajaan bukan Islam itu masuk Islam.

7.       Penyebaran Islam melalui kekuasaan

Proses penyiaran agama Islam  di Indonesia dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya melalui kekuasaan politik, sehingga mendukung meluasnya ajaran Islam. Sebelum Islam dipeluk secara luas, perkembangan Islam mulanya terjadi di kota-kota pelabuhan. Selanjutnya secara perlahan-lahan tapi pasti agama Islam mulai dipeluk para penguasa pelabuhan lokal. Islam telah memberikan identitas baru sebagai simbol perlawanan terhadap penguasa pusat yang Hindu di pedalaman. Berangkat dari kerajaan kecil berbasis maritim kemudian agama Islam berkembang dan menyebar lebih luas sampai jauh ke pedalaman.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel