Munculnya Kelompok Ini telah Diprediksi Imam Ali 1400 Tahun Lalu

Hidup di akhir zaman sudah pasti akan menemui berbagai macam fitnah. Kebaikan akan terlihat buruk dan keburukan akan terlihat baik. Sungguh, jika kita tidak berpegang teguh pada tali agama dengan benar, maka bisa terpelesetlah kaki kita.

Fenomena kekerasan yang mengatasnamakan Islam semakin hari semakin mengkhawatirkan. Fenomena ini pun kadang membuat takjub oleh orang-orang yang memandang, terlebih setelah melihat penampilan dan seruannya yang sangat ‘islami’.

Namun kadang kita dibuat miris, ketika mereka mengajak kepada syariat Islam, namun mereka juga menerjang aturannya. Mereka menyeru al-islam (kedamaian), justru mereka pula yang melakukan pengrusakan. Mereka mengajak mencintai Islam, namun mereka mencederai nama harumnya.

Maka perlu kiranya, kita melihat salah satu perkataan imam Ali ra. 1400 tahun silam. Prediksi imam Ali ini seakan muncul di depan mata kita, dengan ciri-ciri yang jelas dan amat Nampak. Perkataan imam Ali ini diabadikan dalam kitab "al-Fitan" karangan Nu’aim bin Hammad,

النص في كتاب الفتن لنعيم بن حماد: (حدثنا الوليد ورشدين عن ابن لهيعة عن أبي قبيل عن أبي رومان عن علي بن أبي طالب رضى الله عنه قال: إذا رأيتم الرايات السود فالزموا الأرض فلا تحركوا ايديكم ولا أرجلكم، ثم يظهر قوم ضعفاء لا يؤبه لهم، قلوبهم كزبر الحديد، هم أصحاب الدولة، لا يفون بعهد ولا ميثاق، يدعون إلى الحق وليسوا من أهله، أسماؤهم الكنى ونسبتهم القرى، وشعورهم مرخاة كشعور النساء، حتى يختلفوا فيما بينهم، ثم يؤتي الله الحق من يشاء)

Al Walid dan Rusydin mengabarkan kepada kami dari Ibnu Luhai’ah (Lahi’ah) dari Abu Qabil dari Abu Ruman dari Ali bin Abi Thalib ra, ia berkata: “Jika kamu menyaksikan bendera-bendera hitam maka tetaplah di tanah dan jangan menggerakkan tangan-tangan dan kaki-kaki kamu. Kemudian akan muncul satu kaum yang lemah tidak dihiraukan (rendahan), hati mereka bagaikan batangan baja (kaku-keras). Mereka adalah pemilik negara/kekuasaan, mereka tidak setia kepada perjanjian dan kesepakatan, mereka mengajak kepada al haq tetapi mereka bukan ahlinya (yang berpegang teguh kepadanya). Nama-nama mereka menggunakan kunyah (nama alias, red) yang dinisbatkan mereka kepada desa-desa (daerah), rambut mereka terjulur bagaikan rambut para wanita. Setelah itu mereka berselisih di antara sesama mereka sendiri, kemudian Allah menyerahkan al haq/kekuasaan-Nya kepada siapa yang Ia kehendaki.”

Dari atsar di atas kita bisa mengambil kesimpulan tentang ciri-ciri pemilik fitnah akhir zaman itu, yaitu:
  1. Mereka orang-orang yang diabaikan/tidak dihargai. Artinya, keberadaan mereka sebelumnya tidak disangka-sangka.
  2. Hati-hati mereka bagaikan batangan baja (kaku dan keras).
  3. Mereka pemilik Negara atau kekuasaan.
  4. Mereka tidak menepati janji dan kesepakatan. Artinya, mereka suka mengingkari janji dan kesepakatan yang telah dibuat, baik dengan teman ataupun lawan.
  5. Mereka mengajak kepada kebenaran, namun dirinya bukan ahlinya. Artinya, seruannya itu cuma tipuan belaka.
  6. Nama-nama yang mereka pakai adalah kunyah (nama panggilan) yang dinisbatkan kepada suatu tempat.
  7. Rambut-rambut mereka terjulur seperti rambut para wanita.

Demikianlah apa yang telah dikatakan oleh Sayyidina Ali tentang pemilik fitnah pada masa akhir zaman. Maka ketika melihat fenomena ini dengan ciri-ciri di atas, imam Ali ra. menasehatkan untuk tidak serta merta takjub dengan penampilan mereka. Hal itu karena semua itu cuma kosong atau tipuan belaka.

Namun tentunya, tulisan ini tidak bermaksud untuk mengecilkan atau merendahkan orang-orang yang memiliki satu atau dua dari ciri-ciri di atas. Seperti, pemilik kunyah, pemilik kekuasaan, penyeru kebenaran, atau lainnya. Namun yang menjadi titik tekan ini adalah keburukan yang dibungkus dengan kebaikan. Maka tak ada jalan lain untuk selamat dari fitnah tersebut kecuali mendekati ahli ilmu dan selalu ingat kepada Allah swt.. 

Siapakah kelompok itu? Biarlah Allah swt. sendiri yang menunjukkan sejelas-jelasnya atas semua fitnahnya. Wallahu a’lam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel