Alhamdulillah, Pada Zaman Pak Jokowi, Teroris dan Koruptor Tidak Ada

Judul di atas adalah kesimpulan sederhana dari yang penulis amati. Tentu semua orang bisa menyetujui atau menampik judul di atas. Namun kesimpulan di atas setidaknya bisa dipahami dengan bukti bahwa pada zaman pemerintahan Jokowi-lah, tak kita jumpai adanya teroris ataupun koruptor tertangkap. Hal ini berbanding terbalik saat pemerintahan SBY, yang hampir tiap hari kita menonton drama penangkapan teroris dan penggrebegan koruptor di televisi-televisi hingga membuat kita muak menontonnya.

Jika pada zaman pak SBY, hampir setiap hari kita melihat festivalisasi koruptor yang merajalela, dari menteri, gubernur, bupati, hingga tingkat bawah pun diciduknya. Demikian pula, hampir tiap detik, kita dipertontonkan adegan ‘rambo’ yang menghabisi teroris-teroris tak ‘bertenaga’. Maka silahkan, kita cermati pada zaman pak Jokowi. Semua berjalan normal, tak ada riak-riak teroris. Begitu juga tak ada bau koruptor yang terendus. Maka boleh dong, penulis menyimpulkan bahwa pada zaman pak Jokowi sudah tidak ada lagi teroris dan koruptor.

Tapi mungkin ada yang menampik kesimpulan di atas dengan pernyataan bahwa, isu teroris sudah tak laku lagi, maka tak dimainkan. Mengingat, isu terorisme sekarang sudah bergeser ke isu timur tengahan, khususnya Negara Suriah sebagai sentral konflik dunia, selain Palestina. Demikian pula isu koruptor. Isu ini sudah tak bertaji lagi saat KPK salah langkah dan terendus sikap over acting-nya.

Ketika penulis mengungkapkan pendapat di atas, seorang teman pun menyambarnya bahwa tiap rezim punya ‘penyakit’ masing-masing; dan, penyakit rezim ini adalah ekonomi. Benar memang, pada zaman sekarang, ekonomi sedang koleps. Di tambah lagi, tingginya harga barang, dicabutnya semua subsidi-subsidi, seperti BBM, listrik, gas elpiji, dan lainnya. Belum lagi, jika melihat angka PHK dan lainnya.

Ah, itu kan ekonomi. Biarlah, itu menjadi PR pemerintah. 

Namun, yang pasti pada zaman pak Jokowi tak ada lagi teroris dan koruptor. Terlepas, isu sudah tak asyik lagi ataupun lembaga tak bertaji lagi, namun setidaknya itulah kenyataan yang ada sekarang. Terima kasih pak Jokowi, engkau telah menghilangkan teroris dan koruptor di televisi-televisi kami.

By: Ibram Han

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel