Antara Syi'ah dan Khawarij; Sebuah Perbandingan

Imam Ali ra. pernah berkata, "Ada dua orang yang binasa karena sikap mereka terhadapku, yaitu orang yang berlebihan mencintaiku dan orang yang membenciku lagi berdusta (atas namaku)."
antara syi'ah dan khawarij sebuah perbandingan
Jika ditelisik lebih dalam, kelompok syi’ah dan khawarij dalam khazanah pemikiran Islam merupakan  pemilik dua pemikiran yang saling kontradiksi, namun memiliki hubungan satu dengan yang lain. Maka sangat menarik untuk mencermati persamaan dan perbedaan dari kedua kelompok ini. Berikut adalah persamaan dan perbedaan antara syi’ah dan khawarij.

Satu Rumpun


Jika dilihat dari asal mula, syi’ah dan khawarij adalah satu rumpun, yaitu berasal dari pasukan imam Ali bin Abi Thalib ra.. Namun yang pertama amat fanatik, sedang yang kedua membelot dari kepemimpinan Ali bin Abi Thalib. Imam Ali ra sendiri pernah berkata, "Ada dua orang yang binasa karena sikap mereka terhadapku, yaitu orang yang berlebihan mencintaiku dan orang yang membenciku lagi berdusta (atas namaku)."

Slogan yang Indah


Kedua kelompok ini dalam menyebarkan pahamnya memiliki slogan yang jika dilihat sepintas amatlah bagus. Syi’ah berslogankan cinta pada ahlul bait, sedangkan khawarij berslogankan penegak syariat Islam. Maka, muslim mana yang tidak suka dengan kedua slogan di atas. Namun demikian, mereka berdua keliru dalam memaknai slogan di atas. Syi’ah mengaku pecinta ahlul bait di satu sisi, namun di sisi yang lain berlaku tidak sopan dengan ahlul bait Rasulullah yang lain dan para sahabatnya. Sedangkan khawarij pecinta syariat Islam, namun dengan pemahaman yang sempit. Oleh karenanya dalam sejarah awal, separuh dari mereka bertobat sesaat mendapat penjelasan rinci dari sahabat Ibnu Abbas ra atas kesalahan pemahamannya.

Sama Ekstrim


Syi’ah dan khawarij memiliki paham yang ekstrim. Sebagaimana uraian pertama, syi’ah sangat ekstrim kepada Ali hingga semua yang berselisih dengan beliau dijadikan musuh pula, bahkan tak segan untuk mengkafirkannya. Sedangkan khawarij, ia amat ekstrim atas pemahamannya hingga tak segan pula membunuh ataupun mengkafirkannya.

Sifat Mereka


Dalam bertindak dan menyebarkan pahamnya, kedua kelompok ini memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Syi’ah memiliki sifat yang halus dan lentur, namun terkenal dengan bohongnya. Oleh karenanya, dalam sejarah pemikiran Islam, kelompok yang pertama kali membuat-buat hadis palsu adalah berasal dari kelompok ini. Berbeda dengan itu, khawarij memiliki sifat yang kaku, namun terkenal dengan kejujurannya. Hal itu didasarkan pemahamannya yang amat ketat pada dosa besar.

Sikap pada Sahabat Rasulullah


Syi’ah dan khawarij pada awalnya hanya sebuah gerakan politik, namun lambat laun ternyata bergeser pada pemikiran keagamaan. Terhadap sahabat Rasulullah, syi’ah khususnya rafidhah amat sangat ‘liar’ pemahamannya. Mereka tak segan berlaku tidak sopan kepada istri-istri Rasulullah dan para sahabatnya. Semua sahabat Rasulullah dikafirkan tak terkecuali Abu Bakar, Umar, dan Usman. Hanya segelintir saja sahabat Rasulullah yang bebas dari celaannya, seperti Ali, Salman, Miqdad, dan lainnya.

Berbeda dengan itu, khawarij juga memiliki sikap yang hampir sama namun dalam kadar yang berbeda. Khawarij masih menghormati sahabat-sahabat Rasulullah seperti Abu Bakar dan Umar. Namun mereka tidak setuju dengan Usman khususnya separuh dari pemerintahan yang akhir. Demikian pula mereka berlepas diri dari sahabat-sahabat Rasulullah yang ikut dalam arbitrase (tahkim) antara Ali dan Muawiyah.

Oleh: Ibram Han

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel