Gusmus Tolak Puisi 'Aku Pergi Tahlil'

Banyak beredar puisi Gusmus 'Aku Pergi Tahlil' di jejaring sosial. Puisi yang bernada provokatif itu ternyata disangkal oleh Kyai Mustofa Bisri sebagai miliknya. Melalui laman facebook, mertua dari Gus Ulil ini mengklarifikasi bahwa puisi tersebut bukan miliknya dan meminta pembuatnya untuk berlaku ksatria.
Tolong yang membuat puisi ini bersikap ksatria. Nyatakan ini karyanya. Tak usah memakai nama dan fotoku. Tolong," tulis Gusmus (18/12/15)

Adapun isi puisi yang diaku-aku milik Gusmus adalah sebagai berikut

Aku pergi Tahlil…kau bilang amalan jahil…
Aku baca Shalawat Burdah…kau bilang itu Bid’ah…
Lalu aku harus bagaimana…???
Aku Bertawassul dengan baik…kau bilang aku Musyrik…
Aku ikut Majelis Dzikir…kau bilang aku Kafir…
Lalu aku harus bagaimana…???
Aku Shalat pakai Lafadz Niat…kau bilang aku Sesat…
Aku mengadakan Maulid…kau bilang tak ada Dalil yang Valid…
Lalu aku harus bagaimana…???
Aku Gemar Berziarah…kau bilang aku Alap-Alap Berkah…
Aku mengadakan Selamatan…kau bilang aku Pemuja Setan…
Lalu aku harus bagaimana…???
Aku pergi Yasinan…kau bilang itu tak Membawa Kebaikan…
Aku ikut Tasawuf Sufi…malah kau suruh aku Menjauhi…
Ya Sudahlah….aku ikut kalian..
Kan kupakai Celana Cingkrang….agar kau senang…
Kan kupanjangkan Jenggot…agar dikira berbobot…
Kan kuhitamkan Jidat…agar dikira Ahli Ijtihad…
Aku kan sering Menghujat…biar dikira Hebat…
Aku kan sering Mencela…biar dikira Mulia….
Ya Sudahlah….Aku pasrah pada Tuhan… Yang kusembah..
Lalu kau nyembah Tuhan yang mana...?

Semoga setelah ini, pembuat puisi mengakuinya dengan ksatria dan tentunya yang telah menyebarkannya untuk menghapusnya agar nama beliau tidak terbawa-bawa tersebab puisi tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel