Keluarga Tolak Menjual Alat Pemandi Gusdur karena Khawatir Dibuat Kesyirikan

Siapa yang tak kenal kharisma Gusdur. Walau beliau sudah meninggal, pecinta beliau tak surut. Hal ini dibuktikan dengan ramainya makam beliau oleh para peziarah, khususnya pada hari libur.

Bahkan ada hal-hal yang unik terjadi di kompleks makam beliau, sebagaimana dikabarkan vivaKejadian unik itu mulai dari dibelinya seekor ayam dengan harga yang fantastis karena ayam tersebut masuk dalam kompleks makam Gusdur, hingga keinginan yang kuat dari seseorang untuk membeli  papan dan aneka alat yang dipergunakan untuk memandikan Gusdur saat wafatnya.

Ayam Dibeli dengan 7,5 Juta

Suatu hari seekor ayam yang masuk ke makam Gus Dur. Makam itu sedang dipenuhi peziarah. Di tengah khusuknya jemaah berdoa, tiba-tiba ada ayam bisa masuk ke area makam yang penuh sesak ribuan manusia. Ayam itu tersesat hingga sampai di makam Gus Dur.

Ayam itu jadi perhatian banyak orang. Orang berebut menangkapnya. Setelah seorang berhasil menangkap ayam itu, si pemilik ayam dihubungi. Penangkap ayam rupanya bermaksud membeli ayam itu.

"Itu ayam barokah karena bukan sembarang ayam bisa lolos melewati ribuan orang sampai di makam Gus Dur, kata orang yang bermaksud membeli. Setelah tawar-menawar, ayam itu laku seharga Rp7,5 juta,” ujar Dimas.

Alat Pemandi Gusdur Ditawar 50 Juta

Kisah lain terjadi sesaat setelah jenazah Gus Dur dimandikan. Tiba-tiba ada seorang yang mengaku pengusaha dari Jawa Timur datang menemui keluarga Gus Dur. Ia bermaksud membeli papan dan aneka alat yang dipergunakan untuk memandikan Gus Dur. Pembeli ini berkukuh membeli dan mengajukan tawaran harga awal sebesar Rp5 juta.

Melihat gelagat keluarga Gus Dur tak mau menjualnya, ia menaikkan tawaran hingga Rp15 juta. Lalu naik lagi Rp25 juta dan terakhir Rp50 juta. Tapi keluarga Gus Dur tak akan menjual papan dan aneka perkakas yang dipakai untuk memandikan jenazah Gus Dur.

"Keluarga Gus Dur tidak mau menjual karena khawatir akan digunakan untuk hal-hal yang menjurus ke syirik,” katanya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel