Mengenal Gerakan Pembaharuan Jamaluddin al-Afghani

mengenal gerakan pembaharuan jamaluddin al-afghani
Sayid Jamaludin al-Afghany dilahirkan pada tahun 1838 di Asadabad, Afganistan. Ia berkebangsaan Afghanistan, justru karena itu di belakang namanya dicantumkan nisbah negeri tumpah darahnya “Al-Afghany”. Sementara gelar Sayid menunjukkan bahwa pada dirinya mengalir darah bangsawan yang bermuara pada Fatimah binti Muhammad SAW dan Ali bin Abi Thalib. Sayid Jamaludin al-Afghany oleh sementara penulis dijuluki sebagai tokoh Renaissance Islam abad 19. Ia dikenal sebagai seorang Mujadid (reformer) dalam dunia Islam, sekaligus sebagai seorang mujahid (pejuang) yang terus menerus mengorbankan api semangat menegakkan “Kalimatul haq” kepada siapapun, sampai pun kepada penguasa yang sangat dzalim.

Tujuan gerakan Al Afghani yaitu dengan gerakan Pan-Islamismenya mempunyai dua tujuan utama yaitu:
  1. Membangun dunia Islam di bawah satu pemerintahan,
  2. Mengusir penjajahan dunia Barat atas dunia Islam pada saat itu.

Al-Afghani termasuk salah satu tokoh pembaharuan di masa modern. Beberapa pemikiran Al Afghani setelah melihat kemunduran umat Islam, lalu menganalisa. Ia mencari sebab musababnya dan berusaha pula menemukan jalan keluarnya. Ide pemikirannya, antara lain :
  • Ajaran Islam adalah sesuai untuk setiap perkembangan masa, dan di manapun baik untuk bangsa Arab maupun non-Arab.
  • Kemunduran umat Islam karena mereka telah meninggalkan ajaran Islam yang sebenarnya, kemudian larut ke dalam ajaran Islam yang salah. Misalnya dalam soal keimanan terhadap takdir dan pengertian fana’ dalam tasawuf. Karena salah pengertian menyerah kepada takdir (fatalisme) dan fana’ diartikan hidup menyendiri agar fana’ kepada Allah. Menurut Al Afghani, keimanan kepada takdir harus diartikan bahwa segala yang terjadi ini berjalan menurut hukum sebab dan akibat
  • Kemunduran umat Islam yang lain ialah karena adanya pemerintahan yang absolut dari raja-raja Islam yang memeras rakyatnya dan memperoleh pembenaran dari ulama-ulama istana yang mengabdi kepadanya.
  • Sebab lain ialah lemahnya persaudaraan antara sesama umat Islam. Oleh sebab itu. Harus dibangun solidaritas umat Islam sedunia (Pan-Islamisme) sehingga umat Islam berada dalam pemerintahan yang demokratis.
  • Tentang dunia Nasrani, Al Afghani berpendapat : (1) Sekalipun mereka berlainan keturunan dan kebangsaan, namun mereka bersatu dalam menghadapi dunia Islam. (2) Penjajahan Barat adalah kelanjutan dari perang salib. (3) Mereka sengaja menghalang-halangi kebangkitan umat Islam dan apa yang dikatakan nasionalisme dan patriotisme serta cinta tanah air bagi dunia Barat, tetapi untuk dunia Islam mereka katakan sebagai fanatisme, ekstrimisme, dan caufinisme.  Oleh sebab itu, tidak ada jalan lain bagi umat Islam, kecuali bersatu melawan penjajahan Barat Nasrani tersebut.
  • Dalam upaya membangun ilmu pengetahuan, peradaban dan kebudayaan Islam, Jamaludin al-Afghani sangat menganjurkan agar ummat Islam berjuang dengan sekeras-kerasnya untuk menguasai ilmu pengetahuan dan tehnologi sepereti yang telah dicapai negara-negara barat.

Dalam bidang tasawuf Jamaludin al-Afghani termasuk orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk senantiasa dapat melakukan tazkiyatun-nafsi (mensucikan diri) antara lain dalam setiap keadaan dia selalu menyebut asma Allah (dzikrullah) dengan menghitung kiratan jari-jemarinya, sekalipun ia menghadap dan berbincang dengan sang raja. Sementara mengenai ajaran menuju “fana” dalam ilmu tasawuf yaitu meniadakan diri untuk hidup berzuhud yang bersih dari segala  pamrih keduniawiaan ditafsirkan lain oleh Jamaludin al-Afghani.  Tasawuf seperti ini yang dituntunkan Allah dan Rasulullah.
[BACA: Tokoh-Tokoh Pembaharuan Islam di Masa Modern]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel