Mengenal Gerakan Pembaruan Muhammad Abduh

mengenal gerakan pembaharuan muhammad abduh
Syekh Muhammad Abduh lahir pada tahun 1849 di desa Mahallat Nasr dekat sungai Nil  Mesir. Ayahnya bernama Abduh Hasan Khairullah berasal dari Turki, dan ibunya seorang Arab yang silsilahnya sampai kepada suku Umar ibn Al-Khathab. Pada usia 13 tahun ia telah hafal Al Qur’an. Muhammad Abduh menamatkan pendidikan tingginya di Universitas Al Azhar pada tahun 1876 dengan mendapat ijazah Alimiyyah. Dalam perkembangannya lebih jauh Syekh Muhammad Abduh dikenal sebagai seorang tokoh ahli tafsir, hukum Islam, bahasa arab dan kesusasteraan, logika, ahli ilmu kalam, filsafat dan soal-soal kemasyarakatan. Ia seorang ulama besar, penulis kenamaan dan pendidik yang berhasil, pembaharu Mesir modern yang bergerak dalam lapangan kemasyarakatan, seorang pembela Islam yang gigih, seorang wartawan yang tajam penanya, seorang hakim yang jauh pandangannya, pemimpin dan politikus ulung, dan akhirnya seorang mufti, suatu jabatan keagamaan yang tertinggi di Mesir.

Pada tahun 1903 Muhammad Abduh memperoleh kesempatan lagi pergi ke Inggris untuk melakukan pertukaran pikiran filusufis dengan Hebert Spencer, seorang filusuf terkenal pada saat itu.
Tujuan gerakan Syekh Muhammad Abduh adalah terbagi ke dalam empat sasaran pokok berikut :
  1. Pemurnian amal perbuatan umat Islam dari segala bendtuk bid’ah,
  2. Pembaharuan dalam bidang pendidikan,
  3. Perumusan kembali ajaran Islam menurut pikiran modern,
  4. Tangkisan terhadap pengaruh Barat dan Nasrani


Untuk kepentingan gerakan, Syekh Muhammad Abduh telah menulis beberapa buku, antara lain :
  1. Risalatut Tawhid,
  2. Al Islam Wan nashraniyah Ma’al Ilmi Wal Madaniyah,


Abduh termasuk salah satu pembaharu Islam pada masa Modern. Pemikiran Muhammad Abduh pada beberapa hal dapat dianggap sebagai pemikiran liberal, antara lain:
  1. Kemunduran umat Islam karena mereka ditimpa kejumudan dan kebekuan berpikir serta fanatisme kelompok dan madzhab. Akibatnya mereka enggan dan tidak menghendaki perubahan. Kejumudan dan fanatisme kelompok itu mengambil bentuk pemujaan Sehingga ungkapannya yang sangat populer Al-Islamu Mahjuubun bil Al-muslimin
  2. Muhammad Abduh menyerukan agar umat Islam kembali kepada Al Quran dan AL Hadits serta kehidupan salafush shaleh. Untuk ini pintu ijtihad tetap terbuka bagi para ahli yang memenuhi syarat-syarat ijtihad.
  3. Islam adalah ibadah dan muamalah. Dalam soal ibadah tidak perlu dilakukan ijtihad. Tetapi dalam soal muamalah diperlukan interpretasi baru (ijtihad) sesuai dengan perubahan keadaan sekarang.
  4. Ilmu pengetahuan modern (Barat) berdasarkan sunnatullah (hukum alam). Karenanya tidak bertentangan dengan Islam.
  5. Perlu ada perombakan sistem pendidikan, baik metode maupun kurikulumnya. Konsepsi pendidikannya itu pertama kali ditujukan ke Universitas Al Azhar. Agar di universitas ini diajarkan ilmu pengetahuan umum, di samping ilmu pengetahuan agama.
[BACA: Tokoh-Tokoh Pembaharu Islam pada Masa Modern]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel