Mengenal Hijir Ismail

Hijir Ismail adalah lokasi sebelah utara Ka'bah yang dibatasi tembok yang berbentuk setengah lingkaran. Disitulah Nabi Ismail tinggal semasa hidupnya dan kemudian menjadi kuburan beliau dan juga ibunya.

Dalam sejarah, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail telah membangun Ka’bah secara sempurna termasuk di dalamnya Hijir ini. Kemudian dinding Ka’bah sempat roboh akibat bekas kebakaran dan banjir yang menerjangnya sebelum nabi Muhammad saw. diutus.

Kemudian pada tahun 606 M, kaum Quraisy merobohkan sisa dinding Ka’bah lalu merenovasinya kembali. Akan tetapi, karena kekurangan dana yang halal untuk menyempurnakan pembangunan sesuai pondasi yang dibangun Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, akhirnya mereka mengeluarkan bagian bangunan Hijir dan sebagai gantinya mereka membangun dinding pendek, sebagai tanda bahwa ia termasuk di dalam Ka’bah.

Hal ini dilakukan karena mereka telah memberikan syarat pada diri mereka sendiri untuk tidak akan menggunakan dana untuk pembangunan Ka'bah kecuali dari dana yang halal. Mereka tidak menerima biaya dari hasil pelacuran, tidak juga jual beli riba dan tidak juga dana dari menzalimi seseorang.

Dari sini diketahui bahwa sebagian Hijir Ismail adalah termasuk Ka'bah. Maka, orang yang melakukan tawaf harus mengitari Ka'bah dan Hijir Ismail. Tidak sah tawaf seseorang kalau ia mengitari Ka'bah dengan melewati gang antara Hijir Ismail dan Ka'bah.

Kalau seseorang ingin shalat di dalam Ka'bah, cukup shalat di dalam Hijir Ismail ini. Seperti yang pernah diriwayatkan Siti Aisyah, "Aku pernah minta kepada Rasulullah agar diberi izin masuk Ka'bah untuk shalat didalamnya. Lalu, beliau membawa aku ke Hijir Ismail dan bersabda: Shalatlah di sini kalau ingin shalat di dalam Ka'bah karena Hijir Ismail ini termasuk bagian Ka'bah."

Shalat di Hijir Ismail adalah sunah yang berdiri sendiri. Dalam arti tidak ada kaitan dengan tawaf atau umrah atau haji atau ibadah lainnya. Demikian juga, berdoa di tempat ini memiliki sauatu keutamaan tersendiri karena Hijir Ismail ini juga termasuk tempat mustajab untuk berdoa, terutama yang persis di bawah pancuran (mizab).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel