Normalisasi Turki dan Israel; Kabar Baik untuk Siapa?

Tentu ini kabar baik bagi umat islam, kabar baik bagi mereka yang peduli dengan saudaranya di Palestina, kabar baik bagi Hamas, kabar baik bagi mereka yang mendukung langkah Erdogan dalam membela negeri - negeri kaum muslimin.

Berita soal perkembangan negosiasi Erdogan dan Israel dipakai oleh kelompok tertentu sebagai bahan olokan, seolah diam - diam Erdogan menjalin hubungan dengan Israel.

Sebagian oknum menggunakan bahasa pengantar Erdogan sebagai headline yang sedang disebarluaskan, diantara mereka ada yg tidak mengerti dan banyak yang menutupi bahwa dalam pengantar itu ada syarat mutlak yang diminta oleh Turki untuk normalisasi.

Mereka mencibir Erdogan hanya karena sebuah kalimat; "Turki Butuh Israel." Sayangnya tidakah mereka membaca syarat-syarat yang diajukan Turki untuk normalisasi hubungan dengan Israel. Di antara syarat paling penting adalah membuka blokade atas Gaza.

Apa bahayanya jika syarat ini disetujui oleh Israel? Gaza akan menjadi area bebas keluar-masuk berbagai bangsa. Pesawat-pesawat dari berbagai negara akan bebas mendarat di Gaza. Bahkan senjata akan bebas masuk ke Gaza. Ini sama saja dengan langkah bunuh diri bagi Israel.

Perlu diketahui bahwa normalisasi ini demi kepentingan rakyat Palestina khususnya di Gaza. Turki telah memberikan syarat mutlak jika Israel ingin melakukan normalisasi, seperti yang disampaikan juru bicara kepresidenan Turki di Ankara.

Ankara tidak melihat adanya normalisasi hubungan dengan “Israel” kecuali “Israel” memenuhi tuntutan Turki untuk mengakhiri blokade Jalur Gaza dan memberikan kompensasi atas kematian sembilan aktivis Turki, juru bicara kepresidenan ─░brahim Kalin mengatakan pada konferensi pers di Ankara, Senin (28/12/2015), sebagaimana dilansir oleh Daily Sabah.

“Turki akan terus memainkan perannya sampai solusi dua negara tercapai dan rakyat Palestina memiliki negara mereka sendiri. Perdamaian yang permanen tidak dapat dicapai di wilayah itu tanpa menyelesaikan masalah Palestina” kata Kalin.

Perdana Menteri Ahmet Davutoglu juga memberikan pernyataan :

“Mereka (kelompok yang saya sebutin di atas) yang mengklaim Turki melupakan rakyat Gaza dan mengesampingkan dukungannya terhadap Palestina untuk lebih dekat dengan “Israel”, mereka sedang melakukan kampanye fitnah.”
“Jangankan melupakan Gaza dalam negosiasi, kami bahkan tidak lupa tentang hal itu dalam mimpi kami di malam hari. kami tidak akan melupakan Gaza, Palestina, Yerusalem.”

Jika normalisasi Turki dan Israel ini berjalan maka yang bergembira adalah rakyat Palestina khususnya di Gaza, dan yang paling pantas bersuka cita adalah kita, kita yang mendukung langkah Erdogan dalam membela Palestina.

Dengan dibukanya blokade Gaza, maka bantuan untuk rakyat Gaza dapat disalurkan. Ekonomi Gaza dapat dipulihkan demi kesejahteraan rakyat Palestina khususnya Gaza. Jika Gaza sejahtera maka harapan kemerdekaan Palestina semakin dekat. (sumber)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel