Biografi dan Perjuangan Sunan Maulana Malik Ibrahim

biografi dan perjuangan sunan maulana malik ibrahim
Datangnya para saudagar muslim ke Indonesia menjadi pintu gerbang masuknya Islam. Mereka tidak hanya berdagang, namun juga menyebarkan nilai-nilai islami dan agamanya di tengah-tengah masyarakat. Sunan Maulana Malik Ibrahim adalah salah seorang saudagar yang datang ke Indonesia dan menyebarkan dakwah Islam. Sebagian berpendapat beliau masuk dalam kategori walisanga dan sebagian lagi tidak. Sunan Maulana Malik Ibrahim atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Sunan Gresik memiliki putra yang kelak menjadi bapak dari para wali, yaitu Sunan Ampel. Bagaimana biografi Sunan Maulana Malik Ibrahim dan perjuangannya? Silahkan simak uraian berikut ini.

1. Biografi Sunan Maulana Malik Ibrahim


Nama lengkap Maulana Malik Ibrahim adalah Maulana Mahdum Ibrahim as-Samarkandi. Ia diperkirakan lahir di Samarkand, Asia Tengah, pada paruh pertama abad ke-14 M. Terkadang, Maulana Malik Ibrahim juga disebut Syekh Maghribi. Sebutan Syekh Maghribi yang diberikan masyarakat kepadanya dapat ditafsirkan bahwa beliau berasal dari wilayah arab maghrib di Afrika Utara.

Beliau berdakwah di Gresik hingga akhir wafatnya yaitu pada tahun 1419 M. Maulana Malik Ibrahim wafat, dan dimakamkan di kampung Gapura, Gresik, Jawa Timur. Maulana Malik Ibrahim atau lebih dikenal dengan nama Sunan Gresik merupakan  salah seorang yang pertama menyebarkan agama Islam di tanah Jawa yang mana belum terlalu banyak dipeluk masyarakat Jawa. Dalam melakukan dakwahnya pertama yang dilakukan Sunan Gresik adalah mendekati masyarakat untuk  ramah-tamah, budi pekerti dan sopan santun senantiasa diperlihatkannya di dalam kehidupan sehari-hari.

Daerah yang pertama kali ia datangi ialah desa Sembalo yang kini dikenal dengan sebutan daerah Leran. Sekitar 9 km dari kota Gresik. Selanjutnya Sunan Gresik mulai melakukan dakwah Islam di bagian timur pulau Jawa dan membangun masjid di daerah Pasucinan, Manyar.

2. Dakwah Sunan Maulana Malik Ibrahim


Sifatnya lemah lembut, welas asih dan ramah tamah kepada semua orang, baik sesama muslim atau dengan non muslim membuatnya terkenal sebagai tokoh masyarakat yang disegani dan dihormati. Kepribadiannya yang baik itulah yang menarik hati penduduk setempat sehingga mereka berbondong-bondong masuk agama Islam dengan suka rela dan menjadi pengikut beliau yang setia. Dalam Dakwah  sunan Maulana Malik Ibrahim menggunakan cara yang bijaksana yang berdasarkan ajaran Al-Qur’an, seperti firman Allah SWT.:

Artinya: Serulah (manusia) kepada jlan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (AN-Nahl: 125)

Selain berdakwah, Sunan Gresik juga berdagang. Shingga membuatnya dapat berinteraksi dengan masyarakat banyak dan mudah. Selain itu, raja dan para bangsawan juga ikut serta dalam kegiatan jual beli.Setelah mapan di dalam masyarakat, Sunan Gresik kemudian berkunjungan ke ibukota Majapahit di Trowulan. Meskipun Raja Majapahit tidak masuk Islam, dia tetap menerima Sunan Gresik dengan baik. Bahkan memberikannya sebidang tanah di tepian kota Gresik. Wilayah itulah yang sekarang dikenal dengan desa Gapura.

Selain itu, Maulana Malik Ibrahim juga mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam. Untuk melakukan pekerjaan tersebut, beliau merangkul masyarakat bawah yang ketika itu tengah menderita krisis ekonomi dan perang saudara

Dalam mencari kader-kader penyiar agama Islam,  Sunan Gresik membuka pesantren yang menjadi tempat mendidik pemuka agama Islam di masa selanjutnya. Hingga saat ini makam Sunan Gresik masih diziarahi orang-orang yang menghargai usahanya menyebarkan agama Islam berabad-abad yang silam.

Perlu diketahui Maulana Malik Ibrahim dalam berdakwah tidak hanya berhadapan dengan mereka yang beragama Hindu atau Budha melainkan juga harus bersabar  menyampaiakan dakwah terhadap mereka yang saat itu tidak  beragama maupun mereka yang terlanjur mengikuti aliran sesat. Pertamaa yang dilakukan Maulana Malik Ibrahim yaitu meluruskan iman dari orang-orang Islam yang bercampur dengan kegiatan kemusrikan. Akan tetapi beliau tidak langsung menentang kepercayaan mereka akan tetapi terlebih dahulu memberikan pendekatan terhadap mereka dengan penuh hikmah, beliau tunjukkan keindahan dan ketinggian akhlak Islami sebagaimana ajaran baginda Rasulullah SAW..

3. Keteladanan Sunan Maulana Malik Ibrahim


Kepribadian yang dimilki Sunan Maulana Malik Ibrahim dapat dijaadikan tauldan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Adapun keteladan yang dapat dicontoh pada Sunan Maulana Malik Ibrahim diantaranya:
  1. Ulet dan gigih dalam berdakwah. Keuletan dan kegigihan Sunan Maulana Malik Ibrahim terbukti dari cari beliau dalam berdakwah dengan menyebarkan agama Islam hingga pulau Jawa, sedangkan Sunan Malik Ibrahim sendiri bukan berasal dari daerah tersebut.
  2. Mengedepankan silaturahim dan toleransi. Sunan Maulana Malik Ibrahim tidak serta merta berdakwah, namun berbaur dengan masyarakat sekitar  dengan berdagang dan menghargai masyarakat walaupun berbeda agama.
  3. Berani, tanpa ada rasa khawatir dan takut. Sunan Maulana Malik Ibrahim langsung menghadap ke penguasa setempat, yaitu Raja Majapahit Brawijaya demi kelangsungan penyebaran agama Islam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel