Mengenal Nabi Ulul 'Azmi

Mengenal Nabi Ulul 'Azmi
Ada banyak nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah Swt.. Namun umat Islam tidak wajib mengetahui jumlahnya secara detail. Umat Islam hanya diwajibkan untuk mengetahui nama 25 rasul saja. Diantara 25 rasul tersebut, ada yang mendapatkan julukan ulul 'azmi.

‘Ulul ‘Azmi terdiri dari dua kata, yaitu ‘Ulul dan ‘Azm. ‘Ulul atau ‘Ulu/‘Uli artinya mempunyai atau memiliki. ‘Azm artinya teguh atau tekad yang kuat. ‘Ulul ‘Azmi artinya memiliki keteguhan/tekad yang kuat. Ulul Azmi adalah gelar yang diberikan kepada para rasul yang memiliki kedudukan tinggi/ istimewa karena ketabahan dan kesabaran yang luar biasa dalam menyebarkan agama. Di antara 25 rasul, terdapat 5 orang rasul yang mendapatkan gelaran Ulul Azmi. Gelar ini adalah gelar tertinggi/istimewa ditingkat para nabi dan rasul.

Mengenal Nabi Ulul Azmi


Ayo mengenal dan mengetahui kisah singkat Rasul-Rasul yang termasuk dalam golongan ‘Ulul ‘Azmi berikut:

1. Nabi Nuh a.s.


bahtera nabi nuh ulul azmi
Nabi Nuh a.s. mengajak manusia agar menyembah Allah. Nabi Nuh tanpa menyerah terus menerus mendakwahi keluarga, kerabat, dan masyarakat umum, untuk kembali menyembah Allah. Hampir 1000 tahun usianya, namun jumlah umat yang mengikutinya tidak lebih dari 200 orang. Bahkan istri dan anaknya yang bernama Kan’an termasuk penentangnya. Atas kehendak Allah, umat Nuh yang membangkang ditenggelamkan dengan gelombang air bah dan semuanya hancur, kecuali Nuh dan pengikutnya yang beriman.

2. Nabi Ibrahim a.s.


Nabi Ibrahim a.s. adalah anak Azar tukang pembuat patung-patung untuk dijadikan sesembahan. Nabi Ibrahim a.s. hidup pada masa raja Namrud yang zalim, musyrik dan kufur. Bahkan ia harus menerima siksaan yang pedih, yaitu dibakar hidup-hidup dan diusir dari kampung halamannya. Sudah hampir seratus tahun usia dan pernikahannya dengan Sarah, ia belum dikaruniai anak hingga istrinya meminta ia menikahi seorang budak berkulit hitam bernama Hajar. Akhirnya Hajar dapat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ismail, yang kelak menjadi penerus dan nabi setelah beliau.

3. Nabi Musa a.s.


Nabi Musa a.s. adalah putra Imran, keturunan Bani Israil. Ia hidup di masa raja Fir’aun yang sangat zalim, mengaku dirinya Tuhan. Siapa yang tidak mau menuhankannya, maka orang itu akan dibunuh. Nabi Musa a.s. terus saja menyebarkan ajaran Allah Swt. kepada kaum Bani Israil seraya berdoa agar diberi kawan yang membantunya. Akhirnya Harun saudaranya yang membantu dakwahnya.  Doa Nabi Musa a.s. dikabulkan Allah, maka Nabi Harun a.s. diangkat Allah menjadi Rasul.

4. Nabi Isa a.s.


Nabi Isa a.s. adalah putra Maryam. Dengan kekuasaan Allah Swt., beliau dilahirkan dengan perantaraan ibu saja. Keajaiban kelahiran ini menjadi ujian kepada manusia, percaya atau tidak kepada kekuasaan Allah Swt.. Nabi Isa a.s. dalam menjalankan dakwahnya, diancam dan direncanakan untuk dibunuh dengan cara disalib. Namun Allah Swt. menyelamatkan Nabi Isa a.s. dengan cara diangkat ke alam gaib (mi’raj). Ternyata yang terbunuh adalah orang yang menyerupai Nabi Isa a.s. yaitu Yahuza (Iskariot). Lihat Q.S. an-Nisa/4:157.

5. Nabi Muhammad saw.


Nabi Muhammad Saw. adalah keturunan Nabi Ismail a.s.. Sejak usia muda, Nabi Muhammad SAW. terkenal jujur, tabah, sabar, bertanggung jawab, dan pekerja keras. Setelah diangkat menjadi rasul, beliau tak henti-hentinya berdakwah mengajak umat manusia menyembah Allah SWT. dan meninggalkan kemusyrikan yaitu penyembahan terhadap berhala. Dalam menyiarkan agama Allah, Nabi Muhammad Saw. sering dihadang, bahkan diancam akan dibunuh oleh orang-orang kafir Quraisy. Abu Jahal adalah orang yang paling membencinya.

Pernah ketika Nabi Muhammad Saw. sedang beribadah, Abu Jahal dan teman-temannya datang sengaja mengotorinya dengan najis. Namun Nabi Muhammad SAW. hanya berdoa kepada Allah, “Ya Tuhan kepada Engkau aku menyerahkan kaum Quraisy.” Doa ini berulang-ulang beliau baca. Dari peristiwa itu, Nabi Muhammad SAW. bukanlah sosok manusia pendendam, tidak membalas kejahatan Abu Jahal dan kawan-kawannya dengan tindakan yang sama, cukup menyerahkan persoalannya kepada Allah SWT..

Selain jujur dan pemaaf, Nabi Muhammad Saw. sangat menyayangi anak yatim. Nabi pernah mengatakan, “Barang siapa yang memelihara dan mengasuh anak yatim dengan sebaik-baiknya, kelak mereka akan masuk surga, dan tempatnya berdekatan denganku. Hal ini diisyaratkan Nabi dengan jari telunjuk dan jari tengahnya yang berdekatan dan tidak terhalang apa pun.” Begitulah kepedulian Nabi Muhammad SAW. kepada umatnya. Rasul terakhir adalah Nabi Muhammad Saw., dialah nabi dan rasul penutup, tidak ada lagi nabi dan rasul setelahnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel