8 Hal yang Tak Banyak Diketahui Muslim Dunia tentang Al-Aqsha

Al Quds, Yerusalem merupakan satu-satunya tempat di dunia yang hingga kini menjadi rebutan berbagai bangsa dunia. Di tempat inilah komplek Masjid Al-Aqsha, masjid tersuci ketika milik umat Islam berada. Di lokasi inilah, Nabi Muhammad SAW memulai perjalanan Isra' Miraj, seperti yang disampaikan Alquran.

Selanjutnya, pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab, kekuasaan terhadap Palestina, termasuk juga masjid Al-Aqsha diserahkan langsung oleh uskup kepada sang khalifah, amirul mukminin Umar bin Khattab. Penguasaan terhadap negeri Palestina pun sempat lepas hingga Salahuddin al-Ayyubi merebutnya kembali. Maka wajar, jika hati dan pikiran umat Islam dunia akan selalu mengarah dan menuju masjid tersuci ketiga tersebut.

Di tanah ini pula perjalanan para Nabi dan manusia-manusia luar biasa yang menjaga keimanan mereka pada Tuhan yang Esa. Selain itu masih banyak cerita lain sejarah Komplek Masjid Al-Aqsa yang tidak banyak diketahui umat Islam. Walau perhatian yang besar umat Islam terhadap masjid ini begitu besar, namun setidaknya ada 8 hal yang luput diketahui. Mengutip artikel Republika (25/7/17) yang melansir dari Palestinow, setidaknya ada delapan cerita terkait Komplek Masjid Al-Aqsha yang jarang diketahui oleh umat Islam dunia.

1. Area Komplek Pernah Dibakar oleh Zionis


8 Hal yang Tak Banyak Diketahui Muslim Dunia tentang Al-Aqsha
Pada 1967, Yerusalem lepas dari tangan Muslim untuk kali ketiga dan berada di bawah kendali Israel. Tentara Israel yang menaklukkan area ini, menurunkan bendera Palestina dari area kubah masjid.

Pemimpin Israel menyadari bahwa kontrol terbuka atas masjid Al-Aqsha akan menjadi provokasi langsung bagi dunia Muslim. Mereka menggunakan berbagai cara untuk menenangkan umat Islam dunia tenang dan diam.

Selanjutnya, pada 1969 seorang Zionis Australia bertindak sendiri membakar mimbar Nuruddin Zengi dan Masjid Qibly. Kebakaran menyelimuti seluruh Masjid Qibly. Dunia Muslim terbangun dengan pemandangan dan mimpi buruk gerakan Zionis ini.

Warga Palestina putus asa mencoba memadamkan api semampu mereka. Seluruh umat Islam menundukkan penyesalan dan malu atas peristiwa ini. Sejak saat itu, masjid tersebut telah dibangun kembali dan diperbaharui, namun serangan terhadap situs tersuci ketiga ini terus berlanjut hingga hari ini.

Sementara itu, penggalian Israel atas proyek Kuil Solomon yang merusak pondasi seluruh Masjid. Dan kini, banyak pihak menilai Masjid Al-Aqsha bisa hancur.

2. Kubah Batu atau Dome of The Rock, Dibangun Sangat Sederhana di Era Abdul Malik ibnu Marwan.


Apa yang kita lihat di bangunan Kubah Batu atau Dome of The Rock saat ini sangat berbeda seperti awal berdirinya ketika dibangun oleh Khalifah Ummayyah, Abdul Malik ibnu Marwan. Hanya berbahan kayu dengan penutup dari kuningan, timah atau keramik.

Namun hampir 1000 tahun kemudian pada masa pemerintahan Khalifah Utsmani, Suleiman, lapisan emas khas ditambahkan ke kubah bersama ubin ciri khas Utsmani, dan ke fasad/ornamen bangunan.
[next]

3. Memiliki Mimbar Legendaris


8 Hal yang Tak Banyak Diketahui Muslim Dunia tentang Al-Aqsha
Namanya Nurruddin Zengi, salah satu pahlawan terbesar dalam sejarah Islam. Masjid Al-Aqsha memiliki mimbar khusus yang dibangun, setelah komplek masjid ini direbut kembali dari Tentara Salib. Mimbar ini tidak hanya cantik, tapi dibuat tanpa menggunakan satu paku pun atau menggunakan lem.

Sayangnya Nooruddin Zengi tidak sempat melihat kemenangan yang diraihnya. Namun anak didiknya Salahuddin memenuhi harapan gurunya, dan setelah membebaskan Yerusalem untuk kedua kalinya dalam sejarah Islam, dipasang mimbar tersebut.

4. Komplek Masjid Al-Aqsha ini Menjadi Tempat Eksekusi Ketika Tentara Salib Berkuasa


Ketika Tentara Salib pertama membawa Yerusalem, mereka menemukan mayoritas penduduk Muslim dikurung di masjid Al-Aqsha. Mereka membantai sekitar 70 ribu dari mereka dan kemudian mengubah Masjid Qibly menjadi istana, Dome of the Rock menjadi sebuah kapel, dan ruang bawah tanah menjadi stabil.

Muslim yang selamat dari pembantaian awal kemudian disalibkan di sebuah salib besar yang ditempatkan di dekat pusat masjid. Inilah satu-satunya salib yang dipecahkan oleh Salahuddin. Dasar salib masih bisa dilihat di sana hari ini.

5. Al Ghazali Tinggal dan Menyelesaikan Karya Monumentalnya di Komplek Masjid Al-Aqsha


Salah satu buku paling terkenal dalam literatur Islam monumental adalah Ihyaa Ulum Al-Din karya Ulama besar Islam Abu Hamid Al-Ghazali. Dia adalah orang yang dihormati oleh semua aliran pemikiran karena kemampuannya terjun ke kedalaman jiwa manusia sambil tetap berlabuh pada ajaran Alquran dan Nabi.

Kebanyakan orang tidak tahu bahwa Imam Al-Ghazali, memilih tinggal untuk sementara waktu, di Masjid Al-Aqsha dan menulis buku sementara di sana. Sebuah bangunan di masjid menandai lokasi kamar lamanya.
[next]

6. Kompleks Masjid Al Aqsha Pernah Menjadi Tempat Pembuangan Sampah


Pada waktu periode warga Yahudi di larang tinggal di kota ini oleh Romawi. Bangsa Romawi menggunakan area masjid sebagai tempat pembuangan sampah. Ketika Umar membebaskan kota, dia membersihkan sampah itu dengan tangannya yang kosong.

Umar juga mengakhiri pengasingan orang-orang Yahudi yang berabad-abad oleh Romawi. Umar mengundang 70 keluarga sebuah desa pengungsi terdekat kembali ke Yerusalem dan memberi mereka hak untuk kembali setelah berabad-abad di pengasingan.

7. Tanah Pemakaman Para Nabi


Tidak ada catatan pasti berapa banyak Nabi dan para sahabat Nabi dimakamkan di sana. Namun pasti jumlahnya banyak. Seperti Nabi Sulaiman mungkin dikuburkan di sana karena kita tahu bahwa seorang Nabi selalu dikuburkan di tempat dia meninggal, dan melakukan lindung nilai saat mengawasi pembangunan bangunan sebelumnya dalam beberapa tradisi.

8. Komplek Masjid Al-Aqsha sebenarnya Memiliki Lebih dari Satu Masjid


Sebetulnya ada banyak masjid di area situs yang kita kenal sebagai Masjid Al Aqsha ini. Masjid Al-Aqsa sebagai bangunan di sudut paling selatan Masjid. Sebenarnya, di situ pula berada Masjid Qibly. Disebut demikian karena itu adalah yang paling dekat dengan kiblat.

Dan seluruh area gunung adalah bagian Masjid Al-Aqsha dan kerap disebut Haram Al-Sharif untuk mencegah kebingungan. Tapi ada masjid lain yang ada di situs ini, seperti Masjid Marwani dan masjid yang terhubung dengan kejadian historis tunggangan Nabi Muhammad saat Isra dan Miraj, yang disebut Masjid Buraq.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel