Sudah Khatam Kitab Berapa Kali?

Suatu saat, An-Nawawi didebat dan dikritik seseorang terkait akurasi penukilan beliau ketika menukil informasi dari kitab “Al-Wasith” karya Al-Ghozzali. Tidak banyak berdebat, An-Nawawi memberikan jawaban yang cukup menohok sebagaimana ditulis oleh As-Sakhowi berikut ini,

إن الشيخ نوزع مرة في نقل عن ” الوسيط ” فقال: تنازعوني في ” الوسيط ” وقد طالعته أربعمائة مرة؟

“Sesungguhnya syaikh An-Nawawi suatu saat didebat terkait penukilan beliau dari kitab “Al-Wasith” (karya Al-Ghozzali). Beliau berkomentar, ‘Engkau mendebatku terkait (nukilanku) di “Al-Wasith” sementara AKU TELAH MENELAAHNYA SEBANYAK 400 KALI?!’” (Al-Manhal Al-‘Adzbu Ar-Rowiyy, hlm 27).

Kitab “Al-Wasith” dicetak oleh penerbit “Dar Al-Basya-ir Al-Islamiyyah” pada tahun 2015 atas jasa tahqiq Prof. Ali Al-Qorodaghi dalam 9 jilid. Jumlah total halamannya adalah sekitar 5500-an. Jika kita membuang seluruh catatan kaki dan komentar dalam terbitan itu dan menyisakan matan inti “Al-Wasith” saja, lalu kita asumsikan matan inti “Al-Wasith” adalah seperempat jumlah halaman totalnya, maka ketebalan kitab “Al-Wasith” adalah kira-kira 1000-1500 halaman.

Bayangkan, An-Nawawi membaca kitab yang tebalnya sekitar 1000-1500 halaman sebanyak 400 kali!

Dengan keseriusan mengkaji yang sangat luar biasa semacam ini, wajar jika An-Nawawi muncul sebagai ulama yang sangat luas pengetahuannya dan mendalam penguasaan ilmunya. Cobalah dibaca kitab “Al-Majmu’” atau syarah beliau terhadap Shahih Muslim. Pasti akan terasa sedalam dan seluas apa pengetahuan yang beliau miliki.

Keseriusan membaca dan mengkaji kitab lebih dari sekali ini memang sudah menjadi sifat para ulama di berbagai zaman.

Al-‘Imroni, pengarang kitab “Al-Bayan” telah membaca kitab “Al-Muhadzdzab” karya Asy-Syirozi sebanyak 40 kali sampai menghafalnya.

Asy-Syaukani membaca Shahih Al-Bukhari lebih dari 50 kali.

Al-Muzani membaca kitab “Ar-Risalah” karya Asy-Syafi’i dalam kurun waktu 50 tahun.

Dan seterusnya.

Kisah-kisah pembangkit semangat seperti ini banyak sekali bertaburan dalam biografi ulama-ulama besar.

Bagaimana dengan dirimu?
Sudah berapa kali khatam dipelajari kitab yang engkau anggap penting?

Apapun kondisimu, ilmu yang engkau miliki saat ini adalah cerminan kesungguhanmu dalam menuntut ilmu.

اللهم إني أعوذ بك من العجز والكسل
اللهم ارزقنا علما نافعا ورزقا طيبا وعملا متقبلا

Oleh: Muafa dalam irtaqi.net

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel